Sistem Uang Saku


Untuk menanggulangi pemborosan dan pencurian, maka pengurus pesantren mewajibkan penitipan uang saku untuk jajan dan kebutuhan lainnya kepada petugas yang telah ditunjuk oleh pesantren. Uang saku setiap hari “tidak boleh lebih” dari Rp. 15.000.

Cara pembayaran uang saku adalah dengan cara mentransfer ke virtual account atas nama santri yang telah didaftarkan oleh pihak pesantren ke bank BRI. Kemudian petugas akan melakukan top up ke kartu pelajar yang dapat digesek di mesin EDC BRI. Perlu diketahui bahwa kartu pelajar di Assalafiyyah telah terintegrasi dengan sistem perbankan sehingga dapat dipakai belanja di minimarket dan kantin pesntren.